Senin, 26 Desember 2011

PT Mayora Indah Tbk. Candy Divition


Ø  KOMODITAS PERUSAHAAN TEMPAT PI ( PRAKTEK INDUSTRI )
Di pT. Mayora indah Divisy candy,
Di pabrik tempat saya prakerin telah memproduksi hard candy. Macam permen yang diproduksi antara lain:
1.Permen Lokal
2.Permen eksport
Permen lokal disini yaitu:permen Tamarin dan permen kopiko milko.sadangkan permen eksport yaitu permen milko,permen cappuccino 3gr,cappuccino 4gr,permen kopiko arab,permen kopiko eropa,dan permen espresso.
Gambar:


                        


Di dalam pembuatan permen, terdapat bahan baku dan bahan tambahan.bahan baku candy yaitu:
1.         Unsalted butter
2.        Caramel sugar
3.        Cream milk
4.        Full cream milk powder
5.        Glucose
6.        Gula rafinasi/gula pasir
7.        Minyak(vegetable oil)

Sedangkan bahan tambahanya,yaitu:
1.         Caramel color
2.        Flavor( tamarin,kopiko,kalsio,kopiko sugar free 2,kopiko sugae free 3,sodium lactat)
3.        GMS
4.        Lecithin
5.        Isomalt
6.        Garam





Ø  PENGAWASAN MUTU ( KUALITAS )

Pengawasan kualitas dilakukan dari bahan baku datang,bahan pengemas sampai dengan Qc .bahan baku yang datang akan diuji secara organoleptik oleh seorang QCRM (quality cotrol Raw Material). Pengujian dilakukan dengan cara sampling,sampling dilakukan atas dasar AQL ( Aceptable Quality Label ),yaitu Standart /patokan untuk jumlah pengambilan sample. Apabila sample yang diambil,jumlah penerimaanya sesuai dengan AQL,maka bahan baku boleh dipakai. Dan sebaliknya,apabila jumlah penolakan melebihi AQL,maka bahan baku harus ditolak/tidak boleh dipakai.
Bahan bungkus yang datang juga diuju/dicontrol oleh seorang QCPM( Quality Control Packaging Marerial ) pengujian juga dilakikan dengan cara Sampling. Sampling juga dilakukan dengan / atas dasar AQL. Prinsipnya sama dengan sampling bahan baku.













Berikut ini table AQL!

Sampling
Cara penyempelan bahan baku yaitu dengan AQL (Aceptable Quality Label ).

1. AQL 10% LEMAH SINGLE SAMPLING ,PEMERIKSAAN UMUM I
PENGAMBILAN SAMPLE DAN KRITERIA PENARIMAAN
UKURAN LOT
JUMLAH SAMPLE
PENERIMAAN
PENOLAKAN
2-90
2
0
2
91-150
3
1
3
151-280
5
1
4
281-500
8
2
5
501-1200
13
3
6
1201-3200
20
5
8
3201-10000
32
7
10
>10000
50
10
13














2.AQL 10% NORMAL SINGLE SAMPLING ,PEMERIKSAAN UMUM II
PENGAMBILAN SAMPLE DAN KRITERIA PENERIMAAN
Ukuran lot
Jumlah sample
penerimaan
penolakan
2-90
5
1
2
91-150
8
2
3
151-280
13
3
4
281-500
20
5
6
501-1200
32
7
8
1201-3200
50
10
11
3201-10000
80
14
15
>10000
125
21
22

Jumat, 06 Mei 2011

derajat brix

Jenis-jenis gula dan berbagai produk terkait

Kata-kata yang dicetak miring dapat ditemukan pengertiannya di bagian lain di daftar ini.
  • Brix (derajat): suatu pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah gula dalam sebuah larutan, berdasarkan pada pembiasan cahaya. Terutama digunakan dalam industri minuman ringan dan minuman buah.
  • Dekstrosa : Istilah bahasa Inggris untuk glukosa.
  • Fruktosa (padanan kata levulosa, gula buah): gula yang agak manis (1,7 kali lebih manis dari gula biasa) umumnya didapat dari buah-buahan dan madu.
  • Galaktosa: suatu gula yang tidak umum dijumpai dalam makanan, kecuali sebagai bagian dari jenis gula yang lain, seperti laktosa (gula susu) dan raffinosa (gula dalam kacang-kacangan). Seringkali merupakan bagian dari komponen dinding sel tanaman.
  • Glukosa (padanan kata dekstrosa): gula yang terdapat pada berbagai tanaman, juga dalam darah. Sumber energi yang utama bagi tubuh. Kurang manis dibandingkan sakarosa.
  • Gula: umumnya digunakan sebagai padanan kata untuk sakarosa. Secara kimiawi gula identik dengan karbohidrat.
  • Gula anggur : padanan kata dari glukosa.
  • Gula Barbados : gula tebu yang berwarna coklat.
  • Gula Barley : bukan termasuk gula, melainkan permen Amerika yang keras dan memiliki citarasa jeruk lemon, terbuat dari cairan barley dengan penambahan gula.

  • Gula batu : tidak semanis gula granulasi biasa, gula batu diperoleh dari kristal bening berukuran besar berwarna putih atau kuning kecoklatan. Kristal bening dan putih dibuat dari larutan gula jenuh yang mengalami kristalisasi secara lambat. Gula batu putih memiliki rekahan-rekahan kecil yang memantulkan cahaya. Kristal berwarna kuning kecoklatan mengandung berbagai karamel. Gula ini kurang manis karena adanya air dalam kristal.

  • Gula Bit : gula kristal putih (sakarosa) yang diperoleh dari tanaman bit.
  • Gula bubuk : Gula granulasi (gula pasir) bubuk, juga dikenal sebagai gula ‘confectionary'. Gula ini didapat dari penghancuran secara mekanis sehingga tidak ada cristal-kristal yang tertinggal. Terkadang gula ini dicampur dengan sedikit pati atau bahan anti kempal untuk mencegah penggumpalan.
  • Gula Castor : Gula castor atau caster adalah nama dari gula pasir yang sangat halus, terdapat di Britania. Dinamai demikian karena ukuran butirannya sangat kecil sehingga dapat ditaburkan dari wadah berlubang-lubang kecil. Karena kehalusannya, gula ini lebih cepat larut dibandingkan gula putih pada umumnya, dan oleh karenanya gula ini secara khusus bermanfaat dalam pembuatan ‘meringues' dan cairan dingin. Gula ini tidaklah sehalus gula bubuk yang dihaluskan secara mekanis (dan biasanya dicampur dengan sedikit pati untuk menghindari penggumpalan).

  • Gula Coklat : gula yang ditambah dengan sedikit molase (tetes) untuk memberikan citarasa dan warna.

     
    baca selengkapnya http://www.food-info.net/id/products/sugar/types.htm
     

Selasa, 03 Mei 2011

Zat Aditif Aman Dikonsumsi

Zat Aditif Ini Aman Dikonsumsi

Lusia Kus Anna | Asep Candra | Rabu, 2 Maret 2011 | 13:56 WIB
Dibaca: 4369
|
Share:
shutterstock
Kompas.com — Mendengar kata-kata pengawet, pewarna, pemberi aroma, pelembut, atau pemanis tambahan, banyak orang langsung bergidik ngeri membayangkan bahan-bahan berbahaya yang dapat merusak kesehatan, bahkan mencetuskan kanker.
Jangan paranoid dulu! Pewarna, pemanis, dan bahan-bahan lainnya itu termasuk dalam bahan tambahan pangan (BTP) atau campuran bahan kimia yang ditambahkan untuk memperbaiki karakter pangan agar kualitasnya meningkat.
Fungsi BTP antara lain untuk mengawetkan makanan, mencegah pertumbuhan mikroba perusak pangan, mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat menurunkan mutu pangan, dan membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah, serta lebih enak di mulut. BTP juga digunakan untuk memberi warna dan aroma agar menarik dan meningkatkan kualitas pangan. Makanan yang baik dan tak mudah busuk tentu lebih menghemat biaya produksi. Pada dasarnya tidak ada larangan untuk menggunakan BTP asalkan yang dipakai memang khusus untuk makanan (food grade).
Oleh karena itu, kita perlu lebih mengenal BTP ini untuk bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang termasuk dalam kategori aman dikonsumsi.
Berikut ini adalah daftar bahan tambahan pangan yang aman menurut Surat Keputusan Menteri Kesehatan no.1168/Menkes/Per/X/1999 :
1. Pengawet makanan
* Asam benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
* Sodium benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
* Asam propionate sebanyak 3 g per 1 kg adonan (untuk roti).
* Belerang dioksida sebanyak 500 mg per 1 kg adonan.
* Asam Askorbat sebanyak 200 mg per 1 kg tepung
* Aseton Peroksida penggunaan secukupnya
* Azodikarbonamida sebanyak  45 mg 1 kg tepung
* Kalsium Stearoil-2 -laktilat lactylate
- Adonan kue 5 g/kg bahan kering adonan - Roti dan sejenisnya 3,75 g/kg tepung
* Sodium Stearil  Fumarat  5 g/kg tepung
* Sodium Stearoyl-2-laktilat
-  Roti dan sejenisnya 3,75 g/kg tepung - Wafel dan tepung campuran wafel 3 g/kg bahan kering - Adonan kue 5 g/kg bahan kering -  Serabi dan tepung campuran serabi 3 g/kg bahan kering
* L – Sisteina L-Cysteine (Hidroklorida)
- Tepung  90 mg/kg - Roti dan sejenisnya secukupnya
2. Pewarna makanan
* Ponceau 4 R untuk pewarna saus sambal dengan dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman.   
* Merah allura/allura red dengan dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan.   
* Erytrosine dengan dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari.      * Kuning FCF. - Sunset Yellow.Baca selengkapnyahttp://health.kompas.com/read/2011/03/02/13563049/Zat.Aditif.Ini.Aman.Dikonsumsi

Jumat, 28 Januari 2011

ketupat dan opor ayam

Ketupat
Bahan :
3 kg beras untuk lontong
20 cangkang ketupat ukuran sedang, rendam dalam air
Cara membuatnya
  1. Beras untuk lontong dicuci bersih, tiriskan dan sisihkan.
  2. Tiriskan sangkar ketupat.
  3. Masukkan ke dalamnya beras lontong. Jika isinya sudah setengah dari volume sangkar ketupat, tutup, lalu tusuk dengan pisau bagian ujung tutupnya, masukkan helai daun ketupat yang satu ke bagian yang ditusuk tadi lalu tarik dan ketupat pun tertutup dengan sempurna.
  4. Masukkan 12 buah ketupat ke dalam presto (semacam panci gitu), lalu tutup panci dengan benar dan rebus hingga matang kira-kira selama 1 jam.
  5. Jika menggunakan dandang biasa, merebus hingga matangnya kira-kira 4-6 jam.
Tips :
- Gunakan hanya beras yang untuk membuat lontong.
- Ketupat hanya tahan 2-3 hari, karena itu dimasaknya sedikit saja dan seperlunya.
- Memasak dengan presto lebih cepat dan menghemat waktu.
- Lebih baik ketupat dimasak terakhir saja setelah hidangan lebaran yang lainnya.
Opor Ayam
Bahan :
  • 1 ekor ayam, potong 12 bagian
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang serai, ambil putihnya, memarkan
  • 2 cm jahe, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 liter santan, dari 2 butir kelapa
  • 1 sdm air asam Jawa
  • 3 sdm bawang goreng, untuk taburan
  • 3 sdm minyak, untuk menumis
  • garam secukupnya
Haluskan:
  • 6 buah bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 buah kemiri, sangrai
  • 2 sdm gula pasir
  • 1 sdt merica butir
  • garam secukupnya
Pelengkap:
Lontong atau ketupat, secukupnya
Cara Membuat:
  • 1 sdm ketubar, sangrai
  • Cuci bersih ayam, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, aduk rata, sisihkan 30 menit, cuci bersih, tiriskan.
  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum.
  • Masukkan ayam, daun salam, serai, jahe dan daun jeruk. Aduk sampai berubah warna.
  • Tambahkan air asam Jawa. Masak sampai ayam matang, angkat.
  • Sesaat akan disajikan, panaskan kembali ayam, tuangkan santan.
  • Masak sampai mendidih. Angkat, taburi bawang goreng. Sajikan dengan pelengkap.
Untuk: 12 porsi
Sumber: http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=32022